SHALAT DAN HIDUP KITA

Alhamdulillah, Assolatuwassalamu ‘ala Rasulillah,

Pembaca BUMI (Buletin Muhammadiyah Inovatif) Assalamu’alaikum Warahamtullahi Wabarakatuh. Pertama marilah kita bersyukur kepada Allah SWT, Allah SWT senantiasa menjaga dan menolong kita. Buktinya apa? Allah izinkan kita menghirup udara segar dengan gratis tanpa harus membayar. Buktinya Allah memberikan kita mata yang mampu melihat keindahan alam yang luar biasa, bayangkan saja jika pandangan kita hanya gelap, tentu tidak menyenangkan. Itu hanya sebagian kecil nikmat Allah SWT, masih banyak nikmat Allah yang tidak mampu kita hitung dan kita sadari. Untuk itu marilah kita bersyukur salah satunya dengan cara mengucapkan Alhamdulillah. Kemudian kita berdoa semoga shalawat dan salam Allah terlimpah kepada Nabiyullah Muhammad SAW. Beliau adalah teladan kita dan pembawa risalah islam. Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad.

Pembaca BUMI sudah menjadi kewajiban kita untuk menegakkan shalat fardhu, setidaknya lima kali dalam 1×24 jam. Diawali pagi sebelum sibuk dengan pekerjaan kita sujud dan berdoa melalui Shalat Subuh, saat siang kita merasa lelah dan payah kita kembali sujud dan meminta kekuatan melalui Shalat Dzuhur, saat menjelang sore kita kembali diingatkan untuk ruku dan sujud mengadukan segala masalah dan persoalan kita melalui Shalat Ashar, saat menjelang malam bersama keluarga kita sungkurkan wajah kita dihadapan Allah dengan penuh harap untuk kebaikan dan keselamatan keluarga kita melalaui Shalat Maghrib, hingga saat malam sempurna, sebelum kita akan menutup mata untuk sesaat kita hamparkan sajadah kita, kembali kita adukan segala apa yang kita rasakan dengan penuh harap Allah akan memberkahi setiap aktivitas kita selama seharian ini melalui Shalat Isya. Kata tegakkan shalat tidak bisa kita anggap main-main, karena sekali kita meremehkan shalat berarti kita meruntuhkan shalat yang juga berarti meruntuhkan agama islam. Dengan shalat semua urusan kita libatkan Allah, jangan sampai kita berbangga diri bahwa kita memiliki planning (rencana) yang matang dan mengatakan “shalat mengganggu rencana saya, karena shalat mengurangi waktu saya”. Ketahuilah Allah-lah sang pemilik waktu, Allah-lah sang pemilik segala tempat, tanpa pertolongan dan izin-Nya mustahil kita bisa mencapai sesuatu, untuk urusan kecil sekalipun.

Pembaca BUMI persoalan sholat bukanlah persoalan rutinitas, persoalan sholat adalah urusan spirit kita dalam menjalani hidup, dengan shalat Allah akan menuntun kita dalam menjalani seluruh lika-liku kehidupan dengan cahaya kebaikan dari Allah.  pembaca BUMI marilah kita sadari betul bahwa shalat adalah salah satu bagian hidup kita. Semoga kita senantiasa istiqomah dalam menjalankan shalat 5 waktu dengan khusyu’.

Penulis

Ustadz Fatkhussarifin, S.Pd

Download Versi PDF dibawah

Bumi Edisi 7